Keindahan Yang Tersembunyi Di Gunungkidul


Keindahan di Gunungkidul 300x200 Inilah Keindahan Yang Tersembunyi di Gunungkidul
















MESKI dikenal sebagai wilayah kering dan tandus,Gunungkidul ternyata menyimpan keindahan air tejun di antara ngarai Sungai Oya yang dikelilingi sawah hijau. Air Terjun Sri Gethuk di Desa Wisata Bleberan, Yogyakarta, menjadi salah satu destinasi wisata yang sayang dilewatkan.


Bebatuan di bawah air terjun membentuk undak-undakan layaknya kolam renang mewah yang menambah keindahan panoramanya. Gemuruh aliran air terjun tak pernah berhenti di setiap musim. Berenang di sekitar air terjun menjadi hal yang tak boleh terlupakan.
Asal mula penamaan Air Terjun Sri Gethuk terbilang unik. Masyarakat setempat percaya bahwa air terjun tersebut merupakan tempat penyimpanan kethuk yang merupakan salah satu instrumen gamelan milik Jin Anggo Meduro. Konon, pada saat tertentu terdengar alunan suara gamelan dari arah air terjun.
Untuk menggapai lokasi air terjun bisa dilalui dengan dua cara, yaitu dengan menyusuri jalan setapak yang dikelilingi sawah hijau dan pohon kelapa, atau menaiki rakit melawan arus Sungai Oya yang dikelilingi tebing-tebing karst di sisi kanan kiri sungai.
Harga untuk naik rakit sebesar Rp 5.000/orang (pulang pergi) dan pengunjung akan ditemani oleh seorang pemandu. Nikmati pula pemandangan indah selama perjalanan. Wisata ini dikelola sepenuhnya oleh masyarakat Desa Bleberan.

Candi dan keindahan

4. Candi Kalasan



Candi Kalasan terletak hanya 50 meter di tepi sebelah Selatan dari jalan raya Yogya-Solo, kilometer 14, dan lebih kurang 600 meter di sebelah Barat Daya candi Sari dan berada kira-kira 2 km di sebelah barat dari Candi Prambanan.
Candi Kalasan merupakan peninggalan Budha yang tertua di daerah Yogyakarta dan Jawa Tengah dan dibangun pada tahun 778 Masehi sebagai persembahan kepada Dewa Tara. Sungguhpun candi Kalasan ini bercorak Budha namun pendirinya adalah Rakai Panangkaran dari Wamca Sanjaya yang menganut agama Hindu, atas bujukan guru –gurunya dari wamca Syailendra yang menganut agama Budha.

Spoiler for Candi Kalasan:




Spoiler for Candi Kalasan:



Spoiler for Candi Kalasan:



Spoiler for Candi Kalasan:



Spoiler for Candi Kalasan:



5. Candi Sambisari



Candi Sambisari adalah candi Hindu (Siwa) yang berada kira-kira 12 km di sebelah timur kota Yogyakarta ke arah kota Solo atau kira-kira 4 km sebelum kompleks candi Prambanan. Candi ini ditemukan pada tahun 1966 oleh seorang petani di Desa Sambisari yang diabadikan menjadi nama candi tersebut, dan dipugar pada tahun 1986 oleh Dinas Purbakala.
Posisi Candi Sambisari berada 6,5 meter di bawah permukaan tanah, kemungkinan besar karena tertimbun lahar dari Gunung Merapi yang meletus secara besar-besaran pada awal abad ke-11 (kemungkinan tahun 1006). Dengan dikelilingi oleh tembok candi yang asli dengan ukuran 50 m x 48 m, kompleks ini mempunyai candi utama didampingi oleh tiga candi perwara (pendamping).

Spoiler for Candi Sambisari:



Spoiler for Candi Sambisari:



Spoiler for Candi Sambisari:



Spoiler for Candi Sambisari:



Spoiler for Candi Sambisari:



6. Candi Sewu




Candi Sewu adalah candi Buddha yang dibangun pada abad ke-8 yang berjarak hanya delapan ratus meter di sebelah utara candi Prambanan. Candi Sewu merupakan komplek candi Buddha terbesar kedua setelah candi Borobudur di Jawa Tengah.
Candi Sewu berusia lebih tua daripada candi Prambanan. Kompleks candi Sewu adalah kumpulan candi buddha terbesar di kawasan sekitar Prambanan, dengan bentang ukuran lahan 185 meter utara-selatan dan 165 meter timur-barat. Pintu masuk kompleks dapat ditemukan di keempat penjuru mata angin, tetapi mencermati susunan bangunannya, diketahui pintu utama terletak di sisi timur. Tiap pintu masuk dikawal oleh sepasang arca Dwarapala.

Spoiler for Candi Sewu:




Spoiler for Candi Sewu:



Spoiler for Candi Sewu:



Spoiler for Candi Sewu:



Spoiler for Candi Sewu:



7. Candi Ijo



Candi Ijo adalah candi Hindu yang berada tidak jauh dari Candi Ratu Boko atau kita-kira 18 km di sebelah timur kota Yogyakarta. Candi Ijo adalah candi yang letaknya paling tinggi di Yogyakarta yang menyuguhkan pesona alam dan budaya serta pesawat yang tengah landing.
Candi ini dibangun pada abad ke-9 pada saat zaman Kerajaan Mataram Kuno, dan terletak pada ketinggian 410 meter di atas permukaan laut. Karena berada di atas bukit yang disebut Gumuk Ijo, maka pemandangan di sekitar candi sangat indah, terutama kalau melihat ke arah barat akan terlihat wilayah persawahan dan Bandara Adisucipto.

Spoiler for Candi Ijo



Spoiler for Candi Ijo



Spoiler for Candi Ijo



Spoiler for Candi Ijo:



Spoiler for Candi Ijo:



sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11225471

Copyright © All Rights Reserved · Green Hope Theme by Sivan & schiy · Proudly powered by WordPress