workshop b2w:
Secara sepintas tidak sulit untuk merubah dari rem dengan model v-brake menjadi discbrake. Akan tetapi, kita harus jeli dan mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan perubahan tersebut. Untuk mudahnya, sebelum merubah sistem rem dari v-brake menjadi discbrake harus memperhatikan beberapa hal di bawah ini:
- Apakah hub/freehub sepeda anda sudah kompatibel untuk sistem diskbrake? Apabila hub/freehub sepeda anda sudah siap untuk dipasangi discbrake (6 bolts/centerlock) maka pemasangan discbrake tidakmengakibatkan kesulitan yang berarti. Akan tetapi apabila hub/freehubnya paralax/tidak bisa dipasangi rotor, maka anda harus bersiap-siap untuk mengganti hub dan freehubnya. Penggantian hub/freehub ini juga harus memperhatikan jumlah hole/lubang rim/velg sepeda anda, sehingga jumlahnya akan sama (misal 36 h, 32 h). Anda juga harus memperhatikan rotor yang akan dipergunakan (centerlock atau 6 bolts).
- Apakah sudah disiapkan kabel rem yang baru? Dengan adanya perbuahan dari v-brake ke discbrake tentunya harus ada penggantian kabel rem nya (untuk discbrake mekanik). Hal ini dikarenakan panjang kabel rem nya akan bertambah. Sedangkan untuk discrake hidrolik biasanya hose nya sudah jadi satu dengan discbrake-nya.
- Apakah frame/fork-nya mendukung untuk dipasangi rem dengan sistem discbrake. Untuk beberapa jenis fork dan frame tertentu, tidak dapat menggunakan discbrake. Hal ini karena tidak memiliki dudukan discbrake, demikian juga untuk frame nya. Solusi yang memungkinkan adalah dengan mengganti fork dan memasangkan adapter discbrake (salah satu modelnya : A-Z adapter).
- Brake lever harus menyesuaikan apabila akan menggunakan discbrake hidrolik. Apabila brake lever menyatu dengan shifter, maka harus mengganti shifternya/brake lever-nya.
Demikian sedikit gambaran untuk penggantian dari v-brake menjadi discbrake.
Kegiatan:
Jogja – Bank Jogja pada saat ini memberikan kemudahan kepemilikan sepeda berupa skema pembiayaan. Hal ini diungkapkan Kosim Junaedi, S.E., Direktur Bank Jogja, di depan para pegiat Bike to Work (B2W) Chapter Jogja yang melakukan anjangsana ke Kantor Pusat Bank Jogja, yang terletak di Jl. Patangpuluhan No. 1, pagi ini (20/06/2008). Program ini sendiri baru berlaku untuk karyawan Bank Jogja.
Langkah yang masih jarang dijumpai di instansi-instansi lain inilah yang kemudian mendorong B2W Chapter Jogja untuk memberikan apresiasi dalam bentuk anjangsana dan sekaligus memberikan piagam penghargaan kepada Bank Jogja atas inisiatifnya untuk turut serta memasyarakatkan bersepeda. Di Bank Jogja sendiri, saat ini kurang lebih sekitar 17 (tujuh belas) orang yang sudah menggunakan sepeda sebagai alat transportasi ke kantor.
Kurang lebih sekitar 31 (tiga puluh satu) penggiat B2W Chapter Jogja yang mengikuti kegiatan ini sempat sejenak tertegun mendapat sambutan yang hangat dari para karyawan Bank Jogja. Hal ini ditunjukkan dengan antusiasnya para karyawan Bank Jogja, yang belum menggunakan sepeda, bertanya segala macam hal yang berkaitan dengan sepeda dan bersepeda kepada para penggiat B2W Chapter Jogja.
Acara yang berlangsung kurang lebih empat puluh menit itu, diakhiri dengan foto bersama antara para pegiat B2W Chapter Jogja dengan para karyawan Bank Jogja.
Kegiatan:
Yogyakarta – Sebanyak kurang lebih 94 pesepeda mengikuti konvoi bersepeda yang diadakan pada Sabtu (07/06/08) sore kemarin. Kegiatan yang diadakan oleh Bike to Work Chapter Jogja ini merupakan salah satu bentuk kampanye memasyarakatkan kembali sepeda sebagai alat transportasi.
Konvoi kali ini mengambil rute Bunderan UGM-Jl. Cik Di Tiro-Kridosono-Jl. Jenderal Sudirman-Perempatan Pingit-HOS Cokroaminoto-Perempatan Wirobrajan-Jl. KHA Dahlan-Perempatan Gondomanan-Pakualaman-Balaikota-Timoho-Jl Solo-Jl. Jenderal Sudirman-Jl. Cik Di Tiro-BunderanUGM. Konvoi yang start kurang lebih dari pukul 16.00 WIB ini berlangsung selama kurang lebih dua jam perjalanan.
Selain mengkampanyekan penggunaan sepeda sebagai alat transportasi keseharian, konvoi yang dipimpin oleh saudara Indy ini juga bermaksud mengkampanyekan tertib berlalu lintas dengan sepeda. Hal ini ditunjukkan dengan cara tetap mentaati peraturan lalu lintas dan menghormati pengguna jalan yang lain selama konvoi berlangsung. Meskipun didominasi oleh kaum muda, konvoi kali ini juga diramaikan oleh seorang pesepeda cilik. (odg)