workshop b2w:

Air Fork vs Coil Fork

Nilai positif dan negatif air spring dan coil spring pada suspensi adalah :
1. Secara rata-rata harga air lebih mahal dibandingkan coil
2. Bobot air umumnya jauh lebih ringan dibandingkan coil, selain beda berat coil dan spring, juga material yang dibutuhkan untuk menahan gerak spring pada coil harus lebih rigid (dan lebih berat)
3. Agar spring rate bisa lebih “terkendali”, konstruksi air lebih complicated sehingga lebih mudah mengalami kerusakan, seperti seal bocor
4. Coil lebih handal untuk medan ekstrem dibandingkan air
5. Pemeliharaan air lebih rumit dibandingkan coil, misalnya harus selalu dicek/ditambah tekanannya. Kalau tekanan kurang, shock bisa rusak.

Untuk memilih yang mana antara 2 jenis spring tersebut, harus dijawab pertanyaan :
1. Bagaimana perimbangan antara harga frame dan komponen lainnya?
2. Bagaimana peruntukannya?
3. Apakah anda penganut “weight weenies” atau bukan?
4. Apakah anda punya banyak waktu dan teliti merawat sepeda?
5. Apakah back-up dana cukup untuk melakukan penggantian shock bila ada kerusakan?

May 29, 2008 | oleh Wien |

2 Comments »

  1. Sebetulnya air/spring u/ di medan gak begitu pengaruh, kecuali kalo yang naik over weight, bisa bocor sealnya (tapi sangat jarang, karena bisa menahan dengan tekanan tinggi). Tapi kenyamanan, kalo saya enak pake air, karena lembut dan yang penting ringan sekali. Ada kok yang pake udara tapi lebih keras dari coil, contohnya Manitou 2007, kuerassnya minta ampun.

    Comment by toekangpelet — May 31, 2008 @ 11:55 am

  2. Beberapa Manitou 2007 seperti yang dipakai om tukangpelet (Minute) sudah dilengkapi dengan SPV. Gunanya untuk menjadikan fork lebih firm atau soft diakhir kompresi pada saat stroke menengah sampai mentok. Masalahnya tak disadari SPV sering tidak bekerja sempurna.

    Comment by wien — June 8, 2008 @ 11:55 am

RSS feed for comments on this post. TrackBack URL

Leave a comment