workshop b2w:
Man treman seklian
mohon pencerahannya
Bagaimana setting Rebound pada shock yg baik dan cocok, dan misal dalam kondisi apa harus cepet dan dalam kondisi apa harus lambat.
thx
bigriderxc
Jawaban
Tidak ada cara lain untuk mencari setting rebound yang tepat selain dengan test ride
- Carilah beberapa bump berurutan (serial) - Apabila shock bisa bekerja baik pada bump pertama dan kedua, kemudian dirasakan kasar pada bump berikutnya. Artinya anda harus mengurangi (mempercepat) rebound.
- Carilah tikungan yang rata - Apabila traksi dirasakan kurang baik (seakan mudah terpeleset). Artinya anda harus mengurangi (mempercepat) rebound.
- Carilah bump dengan intensitas lebih nyata - Apabila shock terlalu cepat kembali (memanjang), sehingga anda merasa terhentak. Artinya anda harus menambah (memperlambat) rebound.
- Carilah tikungan yang tidak rata atau bumpy - Apabila traksi dirasakan kurang baik (terpeleset, tak mantap menjejak tanah). Artinya anda harus menambah (memperlambat) rebound.
Setting rebound berbeda antara seorang dengan orang yang lain, tergantung dari :
- riding style - pengendara agresif menghendaki rebound dikurangi (lebih cepat)
- berat badan pengendara - tubuh makin berat, maka rebound harus makin cepat (dikurangi).
- tergantung compression setting atau spring rate - anda menaikkan tekanan kompresi, maka rebound harus diperlambat (juga ditambah) dan sebaliknya
workshop b2w:
Teman, saya mau tanya,
apakah diameter dari travel FORK mempengaruhi Kenyamanan/kekuatan Fork? Mohon Pencerahan dari teman teman workshop
big_gone_wild
mungkin yang dimaksud dengan diameter dari travel fork menurut om adalah diameter stanchion forknya ya?
kalo memang iya, sebagian kecil dari jawaban tersebut akan saya sampaikan…
- diameter dari stanchion fork akan sangat mempengaruhi fork tersebut, performance maupun daya tahannya. Akan tetapi kalo secara spesifik ditujukan dengan pertanyaan apakah akan mempengaruhi kenyamanan dan kekuatan fork tersebut, maka jawabanya adalah : RELATIF
- Untuk menyatakan fork tersebut nyaman atau kuat sangat tergantung oleh banyak faktor yang mempengaruhinya, jadi kalo hanya diameternya nya saja, hal tersebut melum menyatakan jawaban yang bersifat menyeluruh. Perlu diketahui, bahwa fork dibuat dengan beberapa ukuran sesuai dengan penggunaannya. fork dengan travel 80, 100, 120 - 210 atau mungkin lebih banyak tersebid di pasaran, fork dengan steer tube standart, oversize, evo dan ukuran lainnya tersedia di pasaran sesuai dengan frame yang membutuhkan. Masing-masing perusahaan pembuat fork akan selalu mengklaim bahwa forknya yang paling nyaman dan paling sesuai dengan kebutuhan konsumen (sehingga setiap pabrikan senantiasa memiliki karakter tertentu terhadap fork buatannya), kemudian masih ditambah dengan peruntukan fork tersbut, seperti XC, AM, FR, DH, 4X dll
- Fork terbuat dari beberapa macam material dan teknologi yang sangat menetukan tingkat kenyamanan dan kekuatan fork tersebut. Ada fork yang terbuat dari alloy, magnesium, CroMo, Carbon dll. terknologi dari fork tersebut sangat menentukan pula tingkat kenyamanannya, dengan berbagai istilah yang terdapat di fork (masing-masing perusahaan punya istilah sendiri spt: SPV, ATA dll). Ada fork yang mengandalkan tekanan per, oli, angin atau perpaduan ketiganya untuk mendapatkan kenyamanan dan kekuatannya.
- Untuk mencapai tingkat kenyamanan yang maksimal, setiap fork membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan sepeda dan penggunanya. ada yang membutuhkan waktu sebentar untuk break in, ada yang langsung in dengan frame nya…
Jadi apabila kita hanya melihat dari diameter stanchionnya (32, 36, 40, dll), tanpa memperhatikan material, teknologi dan kegunaannya (lebih mudahnya merk fork tersebut), maka akan sangat sulit bagi kita untuk menentukan bahwa diameter stanchion tersebut berpengaruh terhadap kenyamanan fork tadi.
mohon maap kalo penjelasannya hanya sekilas, 
untuk itu saya tambahkan : http://www.spadout.com/wiki/index.php/Fork
workshop b2w:
Teman, gimana cara pilih ban dari pola tapak dan profilnya? terutama buat ban2 low end ato entry level, kalo ban2 yang udah canggih kan komponnya aja bisa dibuat 3 macam dalamsatu tapak. sama sama 25 rb, sama2 buatan indonesia, sama2 ukuran 26×1,75, tapi ada yang slick, ada yang knobby tapi yang diengah alurnya nyambung, ada yang jarang, gitu
benar nggak kesimpulan saya ni:
daya cengkeram>< kecepatan
akselerasi><manuver
tapak lebar>< tapak kecil
profil melebar/gondorng samping><membulat
knob tinggi><knob rata/datar
knob jaranng><knob rapat
knob tersebar/berpola simetris menybar><knob berpola “V” sesuai arah putaran ban
knob besar/lebar>< knob kecil
burnfatburn
jawab:
Menurut saya pribadi dan hasil yang saya rasakan selama ini :
- Kecepatan >< daya cengkram = Hal ini relatif karena selain dipengaruhi kompon juga bentuk dari kembangan bannya. Masih dalam pertanyaan yang sama, ban dengan cengkraman yang baik pada saat menikung akan lebih tingi juga kecepatannya pada saat di tikungan tersebut.
- Akselerasi >< manuver = ini juga mempunyai alasan tidak selalu dmikian, akselerasi lebih di titik beratkan pada alur tengah dan kembangan tengah dari ban. Sedangkan manuver akan menitik beratkan antara alur tengah, pinggir, dan di antara keduanya, yang akan saling bersinergi.
- Tapak lebar >< tapak kecil = hal ini benar adanya, rata-rata hal inilah yang “biasanya” mendasari ban tersebut adalah ban untuk apa. Apakah road, XC, Am, Dj, sampai ke DH. Tapi sekali lagi biasanya lho!
- Profil melebar >< Membulat = Ini benar, masing-masing mempunyai karakteristik yang bertolak belakang. Misalnya profil melebar akan lebih banyak membantu pda waktu menikung pada permukaan yang loose, sedangkan bulat membutuhkan permukaan yang rata. Pada saat basah dan kering keduanya juga akan bertolak belakang, begitu pula masalah rolling resistancenya biasanya tapak profil melebar lebih tinggi resistance nya.
- knob tersebar/berpola simetris menybar><knob berpola “V” sesuai arah putaran ban = ini gimana ya?? kalo simetris berarti V juga kalo V juga simetris juga …..

- knob besar/lebar>< knob kecil = besar kecilnya masih juga tergantung tebal tipis dan bentuknya juga. Kecil-kecil rata memberikan resistance rendah, besar-besar rata juga sama aja resistance nya rendah juga. Yang lebih berpengaruh adalah jarak antar knob nya…….
Mungkin di dua poin terakhir bisa lebih di perjelas…. biar nggak gubrak JengKI..